Hal 55 DHCP server s.d 57 lainnya.
Nama guru : Ricky Chandra S.kom
Nama murid : Reno Supriadi
DHCP Server
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah sistem pengalamatan yang secara otomatis memberikan IP Address kepada host/komputer atau client pada layanan TCP/IP yang memintanya. DHCP merupakan protokol berbasis arsitektur client-server untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam suatu jaringan. Komputer atau perangkat yang memberikan IP Address dinamakan sebagai DHCP server, sedangkan yang meminta IP Address dinamakan DHCP client. DHCP server memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada client yang disebut DHCP pool. Setiap client menyewa alamat IP dari DHCP pool tersebut selama waktu yang ditentukan oleh DHCP server.
Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Hal tersebut tidak menjadi masalah jika jumlah komputer client hanya sedikit. Namun, metode tersebut sangat tidak efektif digunakan pada jaringan yang memiliki banyak client, karena akan menghabiskan banyak waktu dalam pemberian alamat IP kepada setiap client. Jika DHCP dipasang pada jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di dalam suatu jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari DHCP server. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
1. Fungsi utama DHCP server :
DHCP server mempunyai fungsi utama sebagai berikut.
a. Mendistribusikan IP Address secara otomatis kepada setiap client.
b. Memberikan kemudahan dalam proses komunikasi data antarkomputer.
C. Selain bisa memberikan IP Address secara dinamis, DHCP server juga bisa memberikan IP Address secara statis kepada client yang terhubung ke jaringan komputer.
d. Memberikan kemudahan bagi administrator jaringan dalam mengelola jaringan komputer karena alokasi IP Address dapat ditentukan secara otomatis dan dalam satu kali saja.
2. Kelebihan dan kekurangan DHCP server :
Layanan DHCP server memiliki beberapa kelebihan berikut.
a. Mencegah terjadinya konflik IP yang terjadi karena adanya dua perangkat yang memiliki IP Address yang sama sehingga perangkat tersebut tidak dapat terhubung dengan jaringan.
b. Menghemat tenaga dan waktu dalam pemberian IP.
c. Memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu.
d. Mendukung penggunaan kembali alamat IP. Namun, perlu dipastikan alamat IP sedang tidak digunakan oleh komputer lain.
e. Memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang tidak bisa dipakai oleh client lain.
f. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.
DHCP server juga memiliki kekurangan, yaitu pemberian alamat IP bergantung pada server. Jika server mati, maka semua komputer terputus koneksi sehingga tidak bisa berkomunikasi.
DHCP server diklasifikasikan menjadi tiga sebagai berikut.
a. DHCP scope, merupakan alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client.
b. DHCP lease, merupakan batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client.
c. DHCP options, merupakan tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client.
3. Cara kerja DHCP server
Pada jaringan besar umumnya terdiri dari banyak segmen (umumnya VLAN) yang terdiri dari ratusan atau bahkan ribuan komputer. Tentu sulit untuk memanajemen IP untuk seluruh PC tersebut sehingga diperlukan DHCP server. Berikut merupakan cara kerja DHCP server secara umum.
Komentar
Posting Komentar